Soal ulangan materi TKA 1
---
Unsur dan Istilah dalam Karya Sastra serta Majas dalam Bahasa Indonesia
1. Macam-Macam Unsur dalam Karya Sastra
Dalam karya sastra, ada dua jenis unsur yang penting: unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik.
A. Unsur Intrinsik
Unsur intrinsik adalah elemen yang membangun karya sastra dari dalam, langsung terlihat di teksnya. Contohnya:
1. Tema – Ide pokok atau pesan utama karya sastra.
Contoh: Tema persahabatan dalam cerpen “Si Kancil dan Buaya”.
2. Tokoh – Pelaku dalam cerita. Tokoh utama dan tokoh pendukung.
Contoh: Tokoh utama: Laila, Tokoh pendukung: ibunya.
3. Alur (Plot) – Urutan peristiwa dalam cerita. Bisa maju, mundur, atau campuran.
Contoh: Alur maju: peristiwa terjadi secara kronologis.
4. Latar (Setting) – Tempat, waktu, dan suasana cerita.
Contoh: Latar: sekolah pada pagi hari, suasana riang.
5. Amanat – Pesan moral yang ingin disampaikan penulis.
Contoh: Pentingnya jujur dalam kehidupan sehari-hari.
6. Gaya Bahasa (Diksi/ Bahasa Figuratif) – Cara penulis menyampaikan cerita.
Contoh: “Hatinya beku seperti es di kutub” (perumpamaan).
7. Konflik – Pertentangan yang dialami tokoh.
Contoh: Konflik tokoh dengan teman karena persaingan.
---
B. Unsur Ekstrinsik
Unsur ekstrinsik adalah faktor luar yang memengaruhi karya sastra, biasanya terkait kehidupan penulis atau masyarakat.
1. Latar Belakang Penulis – Pendidikan, pengalaman, agama, dan budaya.
Contoh: Penulis yang tinggal di desa sering menulis tentang kehidupan pedesaan.
2. Nilai Sosial dan Budaya – Adat istiadat, norma, dan kebiasaan masyarakat.
Contoh: Cerita tentang gotong royong masyarakat kampung.
3. Pengaruh Sejarah atau Politik – Peristiwa masa lalu memengaruhi isi cerita.
Contoh: Novel tentang perang dunia II.
4. Pengaruh Ekonomi – Kondisi ekonomi penulis atau masyarakat memengaruhi cerita.
Contoh: Cerita tentang kemiskinan dan perjuangan hidup.
---
2. Istilah dalam Jenis Karya Sastra
A. Cerpen (Cerita Pendek)
Orientasi: Bagian awal cerita yang memperkenalkan tokoh dan latar.
Komplikasi: Masalah atau konflik yang muncul.
Resolusi: Penyelesaian konflik.
Koda: Bagian penutup yang berisi pesan moral.
---
B. Drama
Aktor: Orang yang memerankan tokoh.
Dialog: Percakapan antar tokoh.
Monolog: Ucapan tokoh sendiri tanpa ada lawan bicara.
Aksi/ Gerak: Perbuatan atau gerakan yang dilakukan tokoh di panggung.
Adegan/ Babak: Bagian dari drama yang menunjukkan kejadian tertentu.
---
C. Puisi
Bait: Baris-baris puisi yang membentuk satu kesatuan.
Baris: Satu garis kalimat dalam puisi.
Rima: Bunyi yang berulang di akhir baris.
Majas: Gaya bahasa untuk memperindah puisi (contoh: metafora, personifikasi).
Tema: Ide utama atau perasaan yang ingin disampaikan.
---
3. Persamaan dan Perbedaan Pantun dan Syair
Aspek Pantun Syair
Bait 4 baris 4 baris
Rima a-b-a-b a-a-a-a
Isi Bisa bersifat nasihat, cinta, humor Biasanya nasihat, agama, atau cerita
Fokus Lebih ringan dan menghibur Lebih serius dan mendidik
Contoh *“Burung merpati terbang tinggi,
Di atas bukit terlihat elok,
Hati senang karena kasih sayang,
Jangan lupa selalu berdoa di waktu sore.”* *“Jika hidup ingin bahagia,
Bersikap jujur jangan berdusta,
Hormati orang tua dan sesama,
Insya Allah hidup pun mulia.”*
---
4. Majas dalam Bahasa Indonesia
Berikut beberapa majas beserta pengertian dan contoh kalimat:
1. Metafora – Perbandingan tanpa kata penghubung.
Contoh: “Hidup ini panggung sandiwara.”
2. Personifikasi – Memberi sifat manusia pada benda atau hewan.
Contoh: “Angin menari di atas daun.”
3. Simile/Perumpamaan – Perbandingan dengan kata seperti, bak, laksana.
Contoh: “Wajahnya bersinar seperti matahari pagi.”
4. Hiperbola – Melebih-lebihkan sesuatu.
Contoh: “Tangisannya bisa membanjiri kota.”
5. Litotes – Merendahkan diri atau menyatakan kurang dari yang sebenarnya.
Contoh: “Saya hanya orang biasa saja.”
6. Ironi – Menyatakan hal yang bertentangan dengan kenyataan.
Contoh: “Hebat sekali, sudah telat lagi.”
7. Aliterasi – Pengulangan bunyi awal kata.
Contoh: “Mata malam menatap mimpi.”
8. Asonansi – Pengulangan bunyi vokal.
Contoh: “Hidup ini indah dan penuh warna.”
9. Paradoks – Pernyataan yang bertentangan tapi benar.
Contoh: “Semakin banyak yang ku punya, semakin merasa kosong.”
---
Komentar
Posting Komentar